-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Timur
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Andi Unru, Hilangkan Perbudakan Politik di Bone

    Saturday, October 28, 2023, October 28, 2023 WITA Last Updated 2023-10-29T06:37:07Z

    Foto : Andi Unru

    Bone | mediatimur.com | Menjadi wakil rakyat, terkadang gampang, terkadang sulit. Tentu makna yang tersirat ini, hanya orang yang pernah merasakan dan bersentuhan langsung panggung politik melalui partai-partai.

    Sementara, wajib pilih atau pemilih menjadi penentu dalam meraih panggung politik bagi kalangan peserta pemilu yang merupakan wakil rakyat bagi parlemen. Pemilih yang cerdas merupakan masyarakat yang mampu memahami politik sebenarnya, yang salah satunya melalui pendidikan politik tanpa uang.

    Banyak kaum milenial yang sebenarnya menginginkan perubahan Bone yang lebih baik, berjuang membawa aspirasi rakyat Bone, mereka ingin juga berkiprah di dunia parlemen. Namun, ironis, stigma di pemikirannya sangat sulit untuk turut serta sebagai peserta pemilu tanpa modal yang besar.

    Hal tersebut dikemukakan salah satu peserta Pilcaleg Dapil I Bone, Andi Unru Bausat yang megendarai Partai Gerindra. Keinginannya, jauh sebelumnya, bahwa, pendidikan politik bagi masyarakat Bone sangat di butuhkan.

    Kepada media ini, Ahad (29/10/2023), Andi Unru mengungkapkan, jika politik kotor seperti perbudakan masih akan terjadi tanpa ada kesadaran masyarakat, maupun peserta Pilcaleg, dan penyelenggara pemilu lewat pendidikan politiknya kepada masyarakat sendiri.

    "Butuh persatuan, untuk menghilangkan paradigma jual beli suara ini di Bone, walaupun sebagian kecil hanya pemilih cerdas yang bisa memahami politik itu yang baik dalam kontestasi memilih wakil rakyat tanpa menjual suaranya," ungkap mantan Ketua APDESI periode pertama ini.

    Lanjut Andi Unru, bahwa, dalam kesempatannya saat bertemu masyarakat, dirinya menyampaikan, bagaimana menyampaikan politik yang baik, tidak ada praktek jual-beli suara, jangan rakyat dijadikan budak politik.

    "Saya berkeinginan, bagaimana perbudakan politik ini bisa di kikis sampai habis, karena selama ini kita dijadikan budak, politik yang dibeli, coba di zaman Rasulullah beliau berjuang menghilangkan perbudakan, itu contoh yang mesti kita ikuti", tutup Andi Unru. (Ade Setyawan S.H)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    Ragam

    +